Siapa yang tidak kenal dengan Taman Nasional Ujung Kulon?
Sejak SD pasti sering keluar pada pertanyaan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial).
Tempat perlindungan hewan langka Badak Jawa atau yang lebih dikenal dengan istilah Badak Bercula Satu (Rhinoceros sondaicus) yang kini tinggal 50-60 badak saja.
Dan taman ini juga telah dimasukkan sebagai warisan dunia dan dilindungi oleh UNESCO loh.
Taman Nasional Ujung Kulon termasuk jenis ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas di Jawa Barat.
Setidaknya ada 700 jenis tumbuhan terlindungi dengan baik dan 57 jenis diantaranya langka seperti; merbau (Intsia bijuga), palahlar (Dipterocarpus haseltii), bungur (Lagerstroemia speciosa), cerlang (Pterospermum diversifolium), ki hujan (Engelhardia serrata) dan berbagai macam jenis anggrek.
Adapun satwa di Taman Nasional Ujung Kulon terdiri dari 35 jenis mamalia, 5 jenis primata, 59 jenis reptilia, 22 jenis amfibia, 240 jenis burung, 72 jenis insekta, 142 jenis ikan, dan 33 jenis terumbu karang. Satwa langka dan dilindungi selain badak Jawa adalah banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), surili (Presbytis comata comata), lutung (Trachypithecus auratus auratus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus), kucing batu (Prionailurus bengalensis javanensis), owa (Hylobates moloch), dan kima raksasa (Tridacna gigas).
Disini terdapat beberapa ikan yang unik seperti ikan glodok dan ikan sumpit. Ikan glodok memiliki kemampuan memanjat akar pohon bakau, sedangkan ikan sumpit memiliki kemampuan menyemprot air ke atas permukaan setinggi lebih dari satu meter untuk membidik mangsanya (serangga kecil) yang berada pada dedaunan yang menjulur di atas permukaan air.
Masyarakat yang bermukim di sekitar taman nasional yaitu suku Banten yang terkenal dengan kesenian debusnya. Masyarakat tersebut pengikut agama Islam, sayangnya mereka masih mempertahankan kebiasaan-kebiasaan, tradisi, dan kebudayaan nenek moyang mereka (banyak kesyirikan didalamnya).
Objek Wisata di Ujung Kulon:
- Tamanjaya dan Cibiuk. Pintu masuk utama dengan fasilitas, pusat informasi, wisma tamu, dermaga, sumber air panas.
- Pantai Kalejetan, Karang Ranjang, Cibandawoh. Fenomena gelombang laut selatan dan pantai berpasir tebal, pengamatan tumbuhan dan satwa.
- Pulau Peucang. Pantai pasir putih, terumbu karang, perairan laut yang biru jernih yang sangat ideal untuk kegiatan berenang, menyelam, memancing, snorkeling dan tempat ideal bagi pengamatan satwa satwa rusa di habitat alamnya.
- Karang Copong, Citerjun, Cidaon, Ciujungkulon, Cibunar, Tanjung Layar, dan Ciramea. Menjelajahi hutan, menyelusuri sungai, padang pengembalaan satwa, air terjun dan tempat peneluran penyu.
- Pulau Handeuleum, Cigenter, Cihandeuleum. Pengamatan satwa (banteng, babi hutan, rusa, jejak-jejak badak Jawa dan berbagai macam jenis burung), menyelusuri sungai di ekosistem hutan mangrove.
- Pulau Panaitan, dan Gunung Raksa. Menyelam, berselancar, dan wisata budaya/ sejarah.
Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d September.
Cara pencapaian ke ujung kulon:
Jakarta - Serang (1,5 h via jalan Tol), Serang - Pandeglang - Labuan (1,5 h)
atau Jakarta - Cilegon (2 h via jalan Tol), Cilegon - Labuan (1 jh)
atau Bogor - Rangkasbitung - Pandeglang - Labuan (4 jam).
Labuan - Sumur (2 jam), Sumur - Pulau Peucang (1 jam dengan kapal motor nelayan) atau Labuan - Pulau Peucang (4 jam dengan kapal motor nelayan).
Data-data Ujung Kulon
- Luas: 122.956 hektar
- Letak: Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten
- Temperatur udara: 25° - 30° C
- Curah hujan rata-rata: 3.200 mm/tahun
- Ketinggian tempat: 0 - 608 meter dpl
- Letak geografis: 6°30’ - 6°52’ LS, 102°02’ - 105°37’ BT
sumber: dephut.go.id
Permalink:
Objek Wisata Pandeglang: Ujung Kulon
Artikel terkait:
0 comments ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Leave a Comment